Sedang asyik meminum segelas milo es, tiba-tiba Riski cs datang bersama Mr.Kodok.
Sroot,sruup,sroot,sruup, Uci meminum milo es tanty. " hemat " tawa nya.
" Wei, mike masuk pelajaran Pak Wal kan ? Mati mike yang lambat disuruh keluar. Makanya jangan main-main sekarang sama Pak Wal. Pak Wal dah masuk 2 menit dari tadi tuu" kata si Riski ngoceh. " Aaaagh iyaa ?? masa' ? Bodo' ." cuek Tanty. " Alaah muke-muke Riski !" tambah Uci. " izh ,tak caye, perkak na lah budak bedue nii, kalo tak caye tanye laa Mr." si Riski tambah ngoceh. " iyaa, tadi anak 7.1 banyak yang keluar" jelas Mr. Awalnya kami ragu untuk percaya sama Riski, tapi karna Mr udah kasi penjelasan yang 'lumayan' serius , jadi kami percaya omongan mereka. " Mati kite cii, cepat minumnya" seru Tanty.
Sambil terburu-buru kami menyedot milo es. Rasa gelisah,resah, gundah semua bercampur jadi satu. Setelah sampai di kelas 9.3 rasa bimbang hati ini untuk memasuki kelas. " sssst, sini cii !! " kata tanty sambil narik tangan Uci. Terdengar dari jauh " Pak, budak bedue ni tak mau masuk" jerit Heru. " Aduh, mampus kita ,kea mana ni Tan ?" tanya Uci gelisah. "ech dek ,sini dulu " Panggil Tanty kepada Marni, anak kelas 7.2. " Tadi ada liat anak kelas 7.1 yang keluar tak" tanya Tanty. " ga ada kak" jawab Marni. Tiba-tiba anak kelas 7.1 keluar kelas, " aaaa, dek,dek . Tadi pass pelajaran Pak Wal, ada yang disuruh keluar tak ?" tanya Tanty. " oh,ada kak, suci,nurul, u'ul ,satu lagi lupe" jawab adek itu.
Sambil mikir gimana caranya supaya gak di repet, di marah,di ngoceh-ngoceh lagi. Akhirnya kami membulatkan tekad untuk pergi ke perpus. Soalnya dari pada buat malu,mendingan duduk manis,diem,anteng di perpus. Sampai di perpus...
Hening, suasana perpus saat ini,hanya ada buku-buku yang ada dihadapan kami. "uuukh takut cii,kalo Pak Wal marah gimana ? kalo Pak Wal ngoceh trus ngomel-ngomel ga jelas gimana ?" resah Tanty. Hanya kata-kata itu yang dapat kami ucapkan, " sama nih " jawab Uci. Akhirnya kami pun mencoba untuk tetap tenang, tenang dan tenang. Tapi ujung-ujungnya membahas tentang Pak Wal dan Pak Wal lagi. " iiigh,mimpi apa aku semalam" sahut Uci. " oh iyaa, semalam Tanty mimpi, kan ade suruh bawa camdig, tapi Tanty lupa bawa abisnya cepat-cepat ke sekolah,takut telat. Pas sampai disekolah dia marah-marah karena Tanty tak bawa camdig nya." jelas Tanty. " Haaa,itu mungkin artinya" kata Uci. " Arti ape ?" tanya Tanty. " Ntah ,Uci pun tatau" kata Uci sambil cengengesan. Lalu,terdengar suara langkah kaki orang. "Ech siapa tuh tan ? Anak kelas 9 bukan ? tanya Uci. Lalu kami siap mengambil buku, dan berpura-pura membaca nya. Tanty mengintip sedikit, " yaaah anak kelas 7.2" sahut Tanty.
Suasana perpus yang tadinya hening berubah jadi power ranger yang gaje . Terbukti karena ada anak kelas 7.2 yang bersyair, ompimpa, ketawa-ketawa,menung-menung sendiri dan ada yang ngupil. Persis seperti berada di antara orang-orang GILA. Kami berdua seperti perawat yang ga becus ngurusin pasien-pasien yang terlampau GILA. Ukkh.
Setelah kira-kira 80 menit berlalu, dengan rasa takut + malu ,Tanty dan Uci jalan menuju kelas. "ech cii,Pak Wal uda keluar tuuh, tuu ada Rian lagi keluar kelas" kata Tanty. Setelah sampai di depan kelas 9.2, ternyata Pak Wal masih dikelilingi sama anak 9.1. " Yaudah ke WC aja yuu Tan " kata Uci. Setelah sampai di WC...
" Hahahaha, lucu tadi" . Terdengar tawa nya si Beng-beng cs. " Yaah, orang gila yang kedua Tan" kata Uci. " hahaha"tawa Tanty. Alhasil kami sukses jadi perawat orang gila untuk rumah sakit yang kedua. Kami pun memilih keluar WC daripada duduk anteng di WC sama 'orang-orang gila' . Rupanya Pak Wal udah keluar kelas. " tan,napa tadi tak masuk ?" tanya Via. " Tapi Via jangan bilang siapa-siapa, jangan kasih tau Jujun juga" kata Uci. " yaah Jujun uda datang " kata Via. " yaudah kasi tau lah" sahut Tanty. Setelah menceritakan semua nya," padahal tadi kami telambat ,tapi Via berdua Jujun,santai aja masuk kelas" jelas Via. Tentu saja membuat hati Tanty dan Uci mendidih. Tiba-tiba si Riski cs keluar kelas, tanpa di beri aba-aba, Tanty dan Uci langsung menghampiri Riski,dengan jurus yang sudah direncanakan sebelumnya. Eng,ing,eng...
" Eh, Riski, tau tak,tadi kami,bla bla bla..." si Uci ngomel . " iya,tau tak ? kami tadi tak masuk pelajaran Pak Wal, bla bla bla" tambah Tanty. Si Riski cuma diem melongo melihat kami berdua ngomel-ngomel. " arrgh,mike jangan pakse aku untuk nerima kalian laa, aku tak mau" kata Riski sambil cengengesan. Uci langsung memijak kaki Riski saking geram nya. " Aduh sakit Cii"teriak Riski. Tanty dan Uci langsung memasuki kelas dengan wajah tak berdosa.
Oke teman-teman, jadi jangan percaya apa yang dikatakan Riski pada kalian, kemungkinan itu bohong besar,seperti yang udah kami alami .
karya : Suci Orchita dan Tanty Sweetra